Google Translate
Google Search
Loading
My Followers
My Visitors
About Me
- Rilianto Kosuwandi
- Just an ordinary boy who like otaku and japanese's culture XD
My Facebook
Arsip Blog
-
▼
2012
(29)
- ▼ April 2012 (8)
- ► Maret 2012 (21)
My Playlist
Minggu, 29 April 2012
Sengoku Basara - The Last Party
Gugurnya Hideyoshi Toyotomi dan juga Hanbei Takenaka (tangan kanannya), membuat seorang anak
buahnya, Mitsunari Ishida menghalalkan segala cara demi membunuh pelakunya,
Masamune Date. Tentu saja Masamune dengan senang hati menerima tantangan Mitsunari
saat pertama kali bertemu bertemu di kastil Yoshiaki Mogami (salah satu sekutu
klan date). Sayangnya, Masamune agak meremehkan Mitsunari, dan akibatnya ia
baru menyadari kalau kepalanya terluka dan baju perangnya rusak berat ketika ia
sudah sampai dirumanhnya. Masamune bertekad untuk membereskan sendiri masala
Mitsunari di pertemuan berikutnya.
Di lain pihak, perang antara klan Takeda dan klan Uesugi
yang berkepepanjangan akhirnya dimenangkan dengan kemenangan di pihak klan
Takeda. Uesugi kenshin bersiap menyerahkan kepalanya pada Takeda Shingen dengan
syarat Shingen mau menerima anak buahnya masuk klan Takeda. Pada saat Sanada
Yukimura dan lainnya hendak menyaksika nsaat-saat
akhir hidup Kenshin dengan wajah dan sikap tegang, mendadak muncul Tokugawa
Ieyasu menghentikan Shingen memotong kepala Kenshin. Ieyasu datang
mengungkapkan keinginannya bersatu dengan Takeda dan klan Uesugi, begitu juga
dengan klan-klan lainnya karena ia ingin menciptakan kedamaian di Jepang
(seperti yang dilakukan tuannya Hideyoshi) bukan lewat perang tapi dengan cara
mempersatukan semua klan. Tekad Ieyasu itu memperanguhi mental dan rasa percaya
diri Yukimura hingga akhirnya Shingen memutuskan “pensiun” dan resmi menunjuk
Yukimura sebagai Jendral “Kai no Tora (Tiger of Kai)” yang baru dari klan
Takeda. Sedangkan Ieyasu sendiri berhasil mengajak Keiji Maeda dan keluarganya,
serta Motochika Chosokabe dalam menjalakan rencananya.
Tapi tak lama sesudah itu, tersiar kabar kalau Ieyasu dan
klan Tokugawa membunuh rakyat tidak berdosa di beberapa daerah, namun Keiji dan
Yukimura tidak memercayai berita itu begitu saja. Lalu para damiyo dari setiap
klan (termasuk klan Meda, Takeda, dan Date) menerima surat edaran dari Ieyasu,
yang isinya mengajak mereka untuk berkumpul dan berbicara secara musyawarah di
padang Sekigahara. Sasuke Sarutobi (yang kini menjadi tangan kanan Yukimura)
mencurigai surat itu adalah perbuatan orang lain. Yukimura dan Sasuke memimpin
pasukan tentara klan Takeda menuju Sekigahara untuk memastikan kecurigaan
mereka.
Di tengah perjalanan, Yukimura bertemu dengan pasukan klan
Date yang dipimpin Masamune dan Kojuurou Katakura, yang sedang menuju arah
berlawanan untuk mencari Mitsunari. Keduanya sempat saling menyapa dan
mendoakan keberhasilan masing-masing, tapi Masamune mendadak menyadari tempat
mereka bertemu sekarang itu adalah tempat dimana mereka dulu pertama kali bertemu
dan bertarung. Karena itu ia merasa “gerah” mengajak Yukimura bertarung untuk
menyelesaikan “pesta” mereka. Di saat sedang seru-serunya beradu pedang, Keiji
muncul dengan pedangnya yang besar dan mengingatkan mereka tentang masalah yang
sedang mereka hadapi. Lalu karena Masamune menduga Mitsunari berada di balik
kecurigaan yang dirasakan oleh Yukimura dan Keiji akhirnya mereka bersama-sama
pergi ke padang Sekigahara.
Di saat yang sama, di tengah-tengah padang Sekigahara, ada
sebuah panci raksasa berisi semua bahan makanan untuk nabe yang sedang dibuat
dan dijaga sendirian oleh Hideaki Kobayakawa yang sedang ketakutan dikelilingi
oleh beberapa damiyo yang marah karena menyadari dialah yang mengirim surat
dengan memanfaatkan nama Ieyasu. Untungnya Ieyasu yang asli datang dan meminta Hideaki untuk menjaga masakan nabe-nya, selagi ia
berbicara dengan para damiyo untuk mendukung Ieyasu menyakinkan para damiyo
untuk mendukung niat mereka menghapus semua permusuhan dan bersatu memajukan
Jepang.
Tapi tiba-tiba Mitsunari datang dengan pasukanya menyerang
semua orang yang berkumpul di Sekigahara. Yukimuran sendiri semakin terkejut
dengan kedatangan pasukan Motonari Mori yang membantu Mitsunari, karena dia
mengira Motonari sudah kalah saat dulu mereka bertarung dengan klan Toyotomi. Akhirnya
perang antar klan pecah, sehingga Yukimura dan yang lainnya mau tak mau harus
ikut bertarung. Sedangkan Mitsunari langsung bertarung satu lawan satu dengan
Masamune.
Tak jauh dari pertarungan itu, ada dua sosok yang tampak
puas menyaksikan terjadinya Battle of Sekigahara di depan mata mereka, Tenkai
alias Mitsuhide Akechi dan Yoshitsugu Otani. Rupanya merekalah yang menjadi
otak dibalik terjadinya kekacauan itu denagn memanfaatkan dendam Mitsunari pada
Masamune, dan mengadu-dombakan Ieyasu dengan para damiyo. Kemudian di langit,
terjadi gerhana matahari yang menyebabkan Sekigahara menjadi gelap. Dan entah
sejak kapan, lady Oichi (adik dari Nobunaga Oda) sudah berdiri di tengah-tengah
pertarungan dan menarik tangan-tangan roh hitam dari mayat mereka yang tewas
dengan kekuatan anehnya. Tenkai dan Otani semakin senag saat tiba-tiba tanah di
bawah mangkuk nabe raksasa milik Hideaki bergerak ke atas dan membentuk semacam
tiang berduri dari tanah. Sebenarnya benda apakah itu ? Ternyata apa yang
sedang direncanakan oleh Tenkai dan Otani menjadi musuh terbesar dan paling
mengejutkan untuk para tokoh muda Sengoku basara tak terkecuali Mitsunari
sendiri !
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar