Google Translate

Google Search

Loading

My Followers

My Visitors

Flag Counter

free counters

About Me

Foto Saya
Rilianto Kosuwandi
Just an ordinary boy who like otaku and japanese's culture XD
Lihat profil lengkapku

My Playlist

Minggu, 29 April 2012

Sengoku Basara - The Last Party


Gugurnya Hideyoshi Toyotomi dan juga Hanbei Takenaka  (tangan kanannya), membuat seorang anak buahnya, Mitsunari Ishida menghalalkan segala cara demi membunuh pelakunya, Masamune Date. Tentu saja Masamune dengan senang hati menerima tantangan Mitsunari saat pertama kali bertemu bertemu di kastil Yoshiaki Mogami (salah satu sekutu klan date). Sayangnya, Masamune agak meremehkan Mitsunari, dan akibatnya ia baru menyadari kalau kepalanya terluka dan baju perangnya rusak berat ketika ia sudah sampai dirumanhnya. Masamune bertekad untuk membereskan sendiri masala Mitsunari di pertemuan berikutnya.

Di lain pihak, perang antara klan Takeda dan klan Uesugi yang berkepepanjangan akhirnya dimenangkan dengan kemenangan di pihak klan Takeda. Uesugi kenshin bersiap menyerahkan kepalanya pada Takeda Shingen dengan syarat Shingen mau menerima anak buahnya masuk klan Takeda. Pada saat Sanada Yukimura dan lainnya  hendak menyaksika nsaat-saat akhir hidup Kenshin dengan wajah dan sikap tegang, mendadak muncul Tokugawa Ieyasu menghentikan Shingen memotong kepala Kenshin. Ieyasu datang mengungkapkan keinginannya bersatu dengan Takeda dan klan Uesugi, begitu juga dengan klan-klan lainnya karena ia ingin menciptakan kedamaian di Jepang (seperti yang dilakukan tuannya Hideyoshi) bukan lewat perang tapi dengan cara mempersatukan semua klan. Tekad Ieyasu itu memperanguhi mental dan rasa percaya diri Yukimura hingga akhirnya Shingen memutuskan “pensiun” dan resmi menunjuk Yukimura sebagai Jendral “Kai no Tora (Tiger of Kai)” yang baru dari klan Takeda. Sedangkan Ieyasu sendiri berhasil mengajak Keiji Maeda dan keluarganya, serta Motochika Chosokabe dalam menjalakan rencananya.

Tapi tak lama sesudah itu, tersiar kabar kalau Ieyasu dan klan Tokugawa membunuh rakyat tidak berdosa di beberapa daerah, namun Keiji dan Yukimura tidak memercayai berita itu begitu saja. Lalu para damiyo dari setiap klan (termasuk klan Meda, Takeda, dan Date) menerima surat edaran dari Ieyasu, yang isinya mengajak mereka untuk berkumpul dan berbicara secara musyawarah di padang Sekigahara. Sasuke Sarutobi (yang kini menjadi tangan kanan Yukimura) mencurigai surat itu adalah perbuatan orang lain. Yukimura dan Sasuke memimpin pasukan tentara klan Takeda menuju Sekigahara untuk memastikan kecurigaan mereka.

Di tengah perjalanan, Yukimura bertemu dengan pasukan klan Date yang dipimpin Masamune dan Kojuurou Katakura, yang sedang menuju arah berlawanan untuk mencari Mitsunari. Keduanya sempat saling menyapa dan mendoakan keberhasilan masing-masing, tapi Masamune mendadak menyadari tempat mereka bertemu sekarang itu adalah tempat dimana mereka dulu pertama kali bertemu dan bertarung. Karena itu ia merasa “gerah” mengajak Yukimura bertarung untuk menyelesaikan “pesta” mereka. Di saat sedang seru-serunya beradu pedang, Keiji muncul dengan pedangnya yang besar dan mengingatkan mereka tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Lalu karena Masamune menduga Mitsunari berada di balik kecurigaan yang dirasakan oleh Yukimura dan Keiji akhirnya mereka bersama-sama pergi ke padang Sekigahara.

Di saat yang sama, di tengah-tengah padang Sekigahara, ada sebuah panci raksasa berisi semua bahan makanan untuk nabe yang sedang dibuat dan dijaga sendirian oleh Hideaki Kobayakawa yang sedang ketakutan dikelilingi oleh beberapa damiyo yang marah karena menyadari dialah yang mengirim surat dengan memanfaatkan nama Ieyasu. Untungnya Ieyasu yang asli datang dan meminta Hideaki  untuk menjaga masakan nabe-nya, selagi ia berbicara dengan para damiyo untuk mendukung Ieyasu menyakinkan para damiyo untuk mendukung niat mereka menghapus semua permusuhan dan bersatu memajukan Jepang.

Tapi tiba-tiba Mitsunari datang dengan pasukanya menyerang semua orang yang berkumpul di Sekigahara. Yukimuran sendiri semakin terkejut dengan kedatangan pasukan Motonari Mori yang membantu Mitsunari, karena dia mengira Motonari sudah kalah saat dulu mereka bertarung dengan klan Toyotomi. Akhirnya perang antar klan pecah, sehingga Yukimura dan yang lainnya mau tak mau harus ikut bertarung. Sedangkan Mitsunari langsung bertarung satu lawan satu dengan Masamune.

Tak jauh dari pertarungan itu, ada dua sosok yang tampak puas menyaksikan terjadinya Battle of Sekigahara di depan mata mereka, Tenkai alias Mitsuhide Akechi dan Yoshitsugu Otani. Rupanya merekalah yang menjadi otak dibalik terjadinya kekacauan itu denagn memanfaatkan dendam Mitsunari pada Masamune, dan mengadu-dombakan Ieyasu dengan para damiyo. Kemudian di langit, terjadi gerhana matahari yang menyebabkan Sekigahara menjadi gelap. Dan entah sejak kapan, lady Oichi (adik dari Nobunaga Oda) sudah berdiri di tengah-tengah pertarungan dan menarik tangan-tangan roh hitam dari mayat mereka yang tewas dengan kekuatan anehnya. Tenkai dan Otani semakin senag saat tiba-tiba tanah di bawah mangkuk nabe raksasa milik Hideaki bergerak ke atas dan membentuk semacam tiang berduri dari tanah. Sebenarnya benda apakah itu ? Ternyata apa yang sedang direncanakan oleh Tenkai dan Otani menjadi musuh terbesar dan paling mengejutkan untuk para tokoh muda Sengoku basara tak terkecuali Mitsunari sendiri !

0 komentar: